Kabar Gembira! YouTube Tidak Akan Merekomendasikan Video Konspirasi Lagi

Kalau ini iklan, mungkin lanjutan judulnya adalah: Kulit manggis kini ada ekstraknya.


Kamu seka kesal nggak sih, setiap buka YouTube terus yang muncul di bagian rekomendasi adalah video-video nggak jelas kayak perdebatan bumi bulat vs bumi datar, alien ada atau cuma dongeng, atau Atta Halilintar lebih ganteng dari Ariel Noah? Saya pribadi sih kesal dan pasti akan milih opsi “not interested”.

Nah, kemarin, YouTube baru saja mengumumkan kalau video konspirasi semacam itu nggak akan mereka munculkan sebagai video rekomendasi ke semua pengguna YouTube. Alasannya karena mendekati pelanggaran kebijakan. YouTube sekarang mulai posesif, kayak orangtua yang anak gadisnya mulai beranjak dewasa, mulai puber, dan mulai kenal Pornhub.

Postingan asli dari YouTube sebenarnya sudah diposting sejak tanggal 25 Januari kemarin. Kalau mau baca, ada di sini. Di postingan itu intinya YouTube bilang kalau memang awalnya YouTube ngasih rekomendasi video itu berdasarkan histori pengguna, tetapi ini akan mereka ganti menjadi video dengan topik yang lebih universal dan berbobot.

Misal, kamu sedang mencari video berisi resep rahasia Crabby Patty di Crusty Crab, maka kamu akan dibombardir dengan video serupa tentang resep-resep masakan di bagian rekomendasi. Namun, setelah kebijakan baru ini diterapkan, kamu tidak akan lagi melihat video serupa lebih banyak. Dan, tidak akan ada tempat untuk video konspirasi untuk direkomendasikan.

YouTube mengatakan bahwa hal ini dilakukan untuk mengurangi tindakan pengguna mengunggah video yang mendekati—tetapi belum—melanggar kebijakan komunitas mereka.

Apakah ini berarti video konspirasi akan dihapus oleh YouTube? Tidak, Ferguso. Video apa pun yang tidak melanggar kebijakan YouTube tidak akan dihapus. Bahkan, jika kamu subscribe akun yang hobinya ngasih video-video konspirasi, tentu saja kamu masih akan melihat video-video konspirasi bertebaran di linimasa YouTube kamu.

Guillaume Chaslot, mantan pekerja serabutan di Google, mengatakan kalau dia adalah salah satu orang yang dulu mengembangkan kecerdasan buatan untuk YouTube ini, dan dia memuji langkah perubahan yang diambil oleh perusahaan.

“Ini hanya awal dari sebuah teknologi yang manusiawi. Teknologi yang memberdayakan kita semua, harusnya membantu alih-alih menyesatkan,” tulis Mas Chaslot di Twitter dalam sebuah thread. Udah kayak netizen Indonesia aja nih; suka bikin thread.

Kata Chaslot, tujuan dari AI di YouTube ini adalah untuk menahan penonton selama mungkin agar iklan juga berhasil lebih tinggi. Ketika pengguna tertarik dengan beberapa video konspirasi, AI akan membaca dan memproses aktivitas ini untuk kemudian mereproduksinya untuk pengguna lain.

Chaslot juga bilang kalau perubahan ini harus bisa memberikan informasi yang benar kepada para penonton agar tidak tersesat di dalam video yang diragukan kebenarannya. Jangan sampai mereka digiring ke dalam opini-opini sesat seperti yang banyak dialami sama ukhti-ukhti yang baru hijrah yang katanya meledakkan diri pake bom panic di tengah keramaian adalah bagian dari jihad.

“Perubahan ini akan mengubah banyak hal, terutama orang-orang yang ngunggah video konspirasi hanya untuk mendapatkan uang. Tau sendiri kan, banyak banget pendapatan dari video konspirasi yang direkomendasikan,” kata Chaslot lagi. Perubahan ini akan memengaruhi ribuan pengguna, dan yang pasti saya berharap konten yang diunggah semakin mendidik dan informatif, di samping juga menghibur tentu saja. Kan mubazir kalau YouTube menyediakan storage banyak buat video-video nggak penting kayak punyanya Attar Halilintay. Udah gitu dibayar lagi.


Sayangnya, YouTube belum ngasih respons apa-apa nih ke thread yang udah capek-capek dibikin Chaslot. Kurang viral ya, Pak?