RIP, Opportunity: Robot Paling Kuat di Jagat Raya

Kemungkinan yang terjadi adalah, sesuatu terjadi pada pemanas robot Opportunity akibat badai dan pada akhirnya tidak bisa diperbaiki lagi.


Kemarin, NASA mengumumkan bahwa Opportunity, rover seukuran mobil golf yang beroperasi di Mars akan beristirahat untuk selamanya.

Sejak Juni tahun kemarin, mesin Opportunity sudah tidak responsif yang kemungkinan disebabkan oleh badai pasir dan debu yang menutupi sebagian besar panel surya mesin ini. Kabarnya, NASA sudah mencoba memutar Opportuniy hingga 1.000 kali dalam delapan bulan terakhir, sayangnya tidak ada kabar baik. Akhirnya, NASA pun mengumumkan: Opportunity berhenti beroperasi alias dinyatakan mati.

“Saya di sana semalam dan semalaman saya memerintahkan orang-orang untuk menggerakannya, dengan berbagai cara,” kata Thomas Zurbuchen, Associate Administrator NASA dalam briefing berjudul A Lifetime of Opportunity. “Dan kami lihat bahwa Opportunity tercinta belum bergerak sama sekali,” lanjutnya.

Bagi Zurbuchen, ini adalah masa-masa paling emosional dalam hidupnya bersama tim yang mengembangkan dan menjalankan Opportunity selama belasan tahun.

Jadi, ya, Opportunity secara teknis sudah mati. Namun, itu adalah pencapaian yang sangat impresif. Tadinya, ia diharapkan hanya bertahan selama tiga bulan di permukaan Mars, tetapi ia mampu bertahan hingga 15 tahun—dan ya itu pasti sangat menyedihkan. Opportunity awalnya dirancang untuk menelusuri Mars sepanjang kurang lebih 1.000 meter saja, tetapi ternyata hingga ia mati ia berhasil menelusuri 45 kilometer Planet Merah. Bersama robot pendampingnya, Opportunity berjalan di permukaan Mars menjelajahi geologi, badai debu, dan bahkan menemukan meteorit.

Namun kemudian muncul pertanyaan, bagaiman sebenarnya Opportunity mampu bertahan jauh lebih lama dari yang pernah diperkirakan? Ada dua hal. Pertama, NASA sudah memprediksi soal badai pasir dan debu yang akan menyulitkan Opportunity, makanya mereka prediksi rover ini cuma bakal bertahan selama tiga bulan. Ternyata, badai tersebut nggak separah yang dibayangkan. Sama seperti di Bumi, musim dingin juga nggak berlangsung sepanjang tahun, makanya ia bertahan lebih lama dari prediksi.

Kedua, NASA mengetahui dua hal tentang robot ini. “Tenaga yang digunakan rover ini sejatinya adalah yang terbaik yang pernah ada di tata surya,” kata Callas, Project Manager-nya Opportunity. “Rover ini memiliki 5.000 siklus charge-discharge, dan saat kami menyatakan ia mati, dayanya masih di angka 85%. Kita semua pasti suka jika baterai ponsel kita bisa bertahan selama ini.”

Callas juga menjelaskan bagaimana akhirnya badai pasir dan debu mampu mematikan mesin Opportunity, yang salah satunya adalah karena terbatasnya cahaya matahari yang menyentuh panel karena tertutup debu yang luar biasa.

Saat Opportunity pertama kali mendarat di Mars tahun 2004, para pengembang menyadari bahwa pemanas di salah satu bagian robot rusak dalam keadaan hidup. Satu-satunya cara pun adalah dengan menutupnya saat malam hari agar bisa bertahan pada siang hari.

“Sama seperti kamu terganggu dengan cahaya lampu kamar dan kamu nggak bisa bobo, tapi alih-alih mematikan lampu kamar, kamu mematikan sumber daya seluruh rumah dan baru menyalakannya lagi pagi hari saat bangun. Itu bagus, tetapi itu berarti kulkas juga mati dan es krim sebentar lagi meleleh. Bayangkan kamu melakukan itu setiap hari selama 5.000 malam,” jelas Callas.

Kemungkinan yang terjadi adalah, sesuatu terjadi pada pemanas tersebut akibat badai dan pada akhirnya tidak bisa diperbaiki lagi.

Namun, pensiunnya Opportunity bukanlah akhir dari segalanya tentang penelitian terhadap Mars. Pada November tahun lalu InSight mendarat di permukaan Planet Merah. Misinya? Duduk dan meletakkan berbagai instrumen untuk meneliti geologi Mars lebih lanjut.

Opportunity baru saja membuka kesempatan yang lebih besar bagi manusia, dan puncaknya pada 2020 nanti manusia pertama akan dikirim ke sana untuk meneliti langsung mikroba dan mikroorganisme pendukung kehidupan manusia selanjutnya di Planet Merah. Pengiriman Opportunity dan InSight adalah untuk memberikan gambaran kondisi dan persiapan untuk manusia dalam mengantisipasi kemungkinan kejadian di sana.


Jadi, terima kasih untuk opportunity, may you rest peacefully in the dust!