CEO Firma Cryptocurrency Meninggal, Punya USD 145jt tapi Enggak Ada yang Tahu Passwordnya

Beberapa orang di Reddit mempertanyakan dan malah bilang kalau matinya fake. Hadeh.


Ya gimana ya, namanya ajal kan enggak ada yang tahu ya.

Tadinya saya pikir hal-hal seperti ini hanya terjadi di dunia film, tetapi ternyata ini kejadian di dunia nyata. Seorang om-om ganteng asal Kanada bernama Gerald Cotton yang tercatat sebagai CEO perusahaan cryptocurrency bernama QuadrigaCX, meninggal dunia, dan ia meninggalkan jumlah uang di dalam akunnya senilai USD 145 juta yang dilindungi kata sandi.

Menurut laporan, Cotton saat itu sedang bepergian ke India bareng istrinya, Jennifer Robertson. Di sana, Gerald meninggal karena penyakit radang usus. Katanya, Gerald yang baru berusia 30 tahun itu lagi ada urusan di Jaipur untuk bikin panti asuhan untuk anak-anak jalanan dan kurang mampu.

Istri Gerald yang bingung gimana caranya dapetin warisan suaminya yang banyak banget itu, akhirnya memanggil para ahli buat mecahin sandinya. Untungnya pengadilan Nova Scotia mau aja ngabulin permintaan Jennifer. Kalau enggak, bakal jadi janda miskin kelilit utang dia.

“Saya enggak tau password apalagi recovery key-nya, Mas. Udah saya cari di tempat yang mungkin suami saya naruh password-nya, tapi masih belum ketemu ee,” terang Jennifer kepada wartawan.

Kabar duka ini nggak cuma buat keluarga yang ditinggalkan Gerald, tetapi juga para investor di QuadrigaCX karena itu berarti uang investasi mereka ikut kekunci sama mayatnya Gerald Cotton ini.

Menurut laporan lain, uang investasi ini disimpan di suatu tempat yang disebut sebagai “hot wallets” dengan alasan keamanan. Jadi sebetulnya, uang ini bisa diakses dan dicairkan, tetapi dengan usaha lebih. Ada laporan tambahan juga yang menyebutkan kalau sebenarnya Cotton mengajukan surat wasiat sekitar 12 hari sebelum kematiannya, ia menyerahkan semuanya ke istrinya termasuk menjadikan dia sebagai pemimpin perusahaan.

Hm.