12 Profesi Digital di Kalangan Generasi Milenial

Semua profesi digital membutuhkan skill untuk dilakukan, tetapi tidak melulu membutuhkan latar belakang pendidikan di bidang tersebut.



Profesi di era mendatang memang diprediksi akan berbeda jauh dengan profesi yang ada di tahun abad 20. Di era industri 4.0 ini, semua profesi diintegrasikan secara digital. Dengan banyaknya kebutuhan digital di masyarakat, profesi ini akan membutuhkan banyak tenaga di masa depan.

Sebut saja pekerjaan digital marketing, profesi ini memang banyak sekali muncul di beberapa vacancy selama kurun waktu beberapa tahun. Alasannya tak lebih tak kurang karena pemilik usaha menyasar banyak influencer dari bermacam-macam media sosial. Sekarang memasarkan produk bukan hanya melalui iklan di televisi atau baliho besar di ujung jalan. Namun juga melalui influencer baik itu makro ataupun mikro.

Kemitraan antara manusia dengan mesin sekarang menjadi salah satu hal yang menjembatani adanya profesi-profesi digital. Menariknya, profesi-profesi digital ini kebanyakan tidak menuntut adanya strata pendidikan yang tinggi. Banyak profesi digital yang hanya menuntut kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik, berbahasa asing yang bagus, dan menguasai cara memanfaatkan media sosial dengan segenap tools-nya.

Jadi tidak heran bila ada orang yang bilang bahwa semua pekerjaan bisa diciptakan di era digital. Dengan kreativitas yang tinggi, generasi muda masa kini yang sekarang lebih banyak dijuluki sebagai generasi milenial mampu menciptakan lapangan pekerjaannya sendiri. Salah satu pekerjaan yaitu admin online shop menjadi buktinya.

Pasokan generasi milenial dengan talenta digital tentu dibutuhkan untuk tahun-tahun ke depan. Semua perusahaan di bidang apa pun akan membuka lowongan pekerjaan dengan bagian IT dan digital agency di dalamnya. Beberapa profesi digital yang menjanjikan di era mendatang adalah sebagai berikut:

1. Chief Information Officer/Chief Technology Officer
Sebagai ahli teknologi dan pemimpin tim engineer yang bertanggung jawab mengelola proses pembuatan dan pengembangan produk.

2. Head of IT
Mengatur pekerjaan operasional teknologi sehari-hari dalam perusahaan. Bertindak sebagai konsultan teknologi.

3. Program Manager
Seseorang yang bertugas mendeskripsikan daftar perencanaan dan proyek yang diperlukan untuk membuat strategi, implementasi, dan pendelegasian tugas pada tim.

4. Project Manager
Orang yang bertanggung jawab mengatur proyek yang telah didelegasikan oleh program manager. Keberlangsungan proyek terkait waktu, anggaran, dan sumber daya dikendalikan oleh project manager.

5. IT Manager
Bekerja sebagai pengelola pusat data, pengembangan website, dan pekerjaan berbasis IT lainnya. IT manager mengatur strategi dan implementasi pada sistem.

6. Software Architect
Desainer dalam pengembangan perangkat lunak. Sama seperti arsitek bangunan fisik, software architect membangun dan merancang semua perangkat lunak dari bahan mentah. 

7. Infrastructure Manager
Bertanggung jawab dalam merencanakan, mengarahkan, dan mendesain infrastruktur perusahaan seiring melakukan kerja sama dengan tim manajemen.

8. Business Intelligent Consultant
Bertanggung jawab dalam menyediakan desain, pengembangan, dan implementasi business intelligence (BI), sistem analitis, dan sistem data warehouse untuk tim bisnis.

9. E-commerce Manager
Bertanggung jawab dalam mengembangkan dan mengimplementasikan rencana strategis untuk mendorong penjualan via internet.

10. Software Developer
Memiliki tanggung jawab atas desain, instalasi, uji coba, dan pengelolaan berkelanjutan akan sistem software yang meningkatkan layanan dan efisiensi bisnis.

11. Business Analyst
Memiliki tanggung jawab dalam mengembangkan solusi teknis untuk berbagai permasalahan bisnis maupun percepatan penjualan produk.

12. System Engineer
Bertanggung jawab atas implementasi sistem baru, perbaikan kerusakan software dalam sistem yang ada, dan meningkatkan kinerja lewat pengembangan hardware.

Semua profesi digital membutuhkan skill untuk dilakukan, namun tidak melulu membutuhkan latar belakang pendidikan di bidang tersebut. Mengingat bahwa skill mengoperasikan media sosial dan perangkat lunak sudah dimiliki oleh banyak orang, maka beberapa perusahaan tidak lagi mensyaratkan ijazah (minimal) strata satu untuk profesi-profesi digital tersebut. Berbekal kreativitas dan asah kemampuan di bidang IT, bukan tidak mungkin kamu akan menjadi salah satu generasi milenial yang menekuni salah satu profesi digital di atas.