7 Alasan Mengapa Facebook Business Page Tidak Dapat Menggantikan Peran Website




Dalam perjalanan menemukan lebih banyak klien untuk bekerja sama, kamu mungkin menemukan pemilik bisnis kecil yang mengklaim telah menggunakan emas untuk halaman Facebook sebagai senjata utama mereka dalam menjalankan bisnis. Mereka bahkan mungkin memberitahu kamu bahwa oleh sebab kepuasan pelanggan saat ini—dan juga kemampuan menarik pelanggan yang cukup untuk menjaga bisnis mereka tetap bertahan—tidak perlu membuat website untuk bisnis mereka. 

Kamu harus tahu, bahwa sebuah website—yang bagus—dapat membawa bisnis kecil ke level yang lebih tinggi. Dan jika kamu serius dalam membangun keberadaan daring yang fantastis, mendatangkan konversi, maka harus ada lebih dari sekadar “suka” yang didapatkan. Halaman Facebook mungkin bermanfaat baik bisnis yang ingin menjangkau audiens, tetapi tidak akan cukup untuk membantu mengubahnya menjadi mereka yang dapat dipercaya dan terhormat. Untuk melakukan hal semacam itu, diperlukan website atau situs web karena berbagai alasan, dan akan kita bahas di postingan blog kali ini. 


#1 Facebook Page adalah sebuah alat, bukan situs 

Halaman Facebook memang memiliki banyak manfaat; gratis, mudah digunakan, dan dengan lebih dari dua miliar pengguna aktif bulanan, raksasa media sosial ini memang memberikan peluang bagi pemilik bisnis untuk menarik lebih banyak prospek. 

Facebook juga memberikan alat yang bagus untuk memungkinkan bisnis terlibat dengan pelanggan. Di sana, mereka dapat menjawab pertanyaan, mempromosikan postingan blog, memposting foto, dan menjaga pelanggan tetap mengikuti penawaran terbaru yang sedang berlangsung. Masalahnya adalah, apa pun yang diposting di halaman Facebook adalah waktu sensitif. Dengan setiap pos baru yang dibuat, pos sebelumnya didorong lebih jauh ke linimasa halaman hingga akhirnya menghilang dan tak terlihat lagi. Untuk menemukannya kembali, pengunjung harus melakukan gulir yang cukup memakan waktu. 

Tidak ada cara efektif untuk mengambil informasi penting, dan semua yang bisa kamu peroleh dari segi opsi pencarian adalah kotak pencarian standar yang muncul di bagian atas setiap halaman. Selain itu, tidak ada cara untuk menjaga pos tetap statis, kecuali satu pos yang disematkan di bagian atas (pinned) linimasa untuk mempermudah akses. Hal ini tidak jadi masalah jika bisnis hanya memiliki satu hal penting untuk disampaikan. Tetapi bagaimana jika banyak? Website adalah solusinya. 



#2 Facebook Page memiliki SEO yang terbatas 

SEO atau optimasi mesin pencari adalah salah satu cara yang bisa dicoba bisnis untuk mendapatkan audiens yang lebih luas, bahkan tak terhingga. 

Layanan yang ditawarkan oleh Facebook tidak dapat memberikan kamu audiens lebih jauh, namun terbatas pada hanya pengguna Facebook itu sendiri. Sementara dengan memiliki website, memungkinkan citra sebuah merek untuk muncul dan dimaksimalkan untuk muncul di mesin pencari lebih sering dengan kata kunci tertentu; sesuatu yang tidak bisa dilakukan jika bisnismu hanya mengandalkan Facebook Page. 

Sekalipun dari segi tampilan Facebook Page mungkin menang, namun bisnis seharusnya menjadikan Facebook Page sebagai opsi, bukan satu-satunya pilihan. 


#3 Facebook Page adalah milik Facebook 

Dengan berbagai bentuk pembaruan untuk Facebook Business, nampaknya Facebook sedang dalam perjalanan menjadi sebuah micro-web untuk bisnis, di mana setiap bisnis yang menjadi pelanggan mereka akan dapat menempati ruang sebagaimana pemilik halaman pribadi. Namun, perlu dicatat, meski tidak ada uang yang terlibat, namun apa pun layanan yang diciptakan oleh Facebook adalah milik Facebook dan selalu ada “harga” untuk itu. 

Tentu, bisnis mungkin memiliki akses ke dalam alat seperti analisis dan alat pemasaran serta layanan lain yang dapat mendukung kebesaran sebuah bisnis, namun halaman ini masih tunduk pada semua aturan, peraturan dan alogaritme yang paling penting yang digunakan oleh Facebook atas kebijakan-kebijakannya. Akibatnya, tidak ada imbalan yang dapat dijamin untuk segala upaya yang dilakukan untuk meningkatkan keterlibatan. 

“Like” di halaman Facebook menandakan bahwa pengguna tertarik pada konten halaman. Dan itulah poinnya: mereka tidak cukup hanya dengan memberi sebuah “like”, tetapi harus ikut terlibat melakukan komentar atau jenis interaksi lainnya, atau alogaritme Facebook akan menghilangkan pos tersebut dari linimasa pengguna. 

#4 Situs adalah milik bisnis 

Sebuah website adalah milik bisnis yang telah mengklaimnya. Ini adalah satu persegi, bahan mentah seorang desainer memiliki kontrol kreatif penuh tanpa batas. Kamu bebas untuk membentuknya dari awal untuk memenuhi kebutuhan klien, dengan atau tanpa batasan. 

Dalam sebuah website, bisnis itu didahulukan. Jadi, apa pun yang dilakukan dengan itu, dan apa pun alat yang digunakan atasnya, akan bermanfaat bagi bisnis itu terlebih dahulu. Untuk setiap alat penguat bisnis (eCommerce, Marketing, Analisis) yang mungkin ditawarkan Facebook pada platformnya, selalu ada mitra dunia nyata yang lebih kuat dan dapat digunakan dengan mudah untuk situs bisnis kecil. Bahkan, banyak agensi menggunakan alat ini untuk menawarkan layanan ceruk seperti pemasaran, SEO, dan bahkan paket media sosial kepada bisnis. Sulit untuk mendapatkannya hanya dengan Facebook Page. 

Anggaplah klien kamu memiliki materi pemasaran khusus yang ingin mereka sediakan untuk diunduh, dan mereka membutuhkan website untuk melakukan itu. Jika klien kamu memaksa untuk melakukannya di Facebook Page mereka, semua yang dapat mereka lakukan adalah membuat pos yang memberitahu audiens mereka untuk mengunduhnya lewat website. 

Tidak ada tempat di Facebook untuk menaruh materi yang dapat diunduh langsung. 

#5 Kehadiran website dapat menguatkan merek 

Informasi apa yang bisa diberikan sebuah website tentang klien kamu? Segalanya. Dengan adanya website, maka audiens dapat mengetahui siapa merek, di mana mereka berlokasi, kapan dan mengapa bisnis mereka—dengan cara apa pun yang ingin merek katakan kepada audiens. 

Di Facebook Page, info bisnis diturunkan ke desain yang setara dengan tempat duduk yang ditentukan. Dan jika bisnis ingin menyimpang dari template kaku yang saat ini ditawarkan oleh Facebook, paling tidak, bisa kreatif dengan gambar. Sebagai contoh, mereka dapat mengunggah spanduk dengan beberapa salinan materi iklan di dalamnya sebagai gambar latar belakang. Tidak ada cara untuk memodifikasi tamplate halaman. 

Dengan website, tidak ada penugasan tempat duduk untuk elemen desain kamu. Kamu dan klien kamu sendiri yang membuat aturannya. Setiap komponen, dari info bisnis hingga peta dan testimonial pelanggan, dapat ditempatkan secara strategis (dan disusun ulang, jika sesuatu tidak berfungsi) untuk menemukan UX terbaik yang paling mungkin. Akibatnya, klien kamu akan memperoleh manfaat maksimal dari interaksi pengunjung, daripada hanya membiarkan hal-hal terjadi kebetulan atau atas dasar penasaran—seperti yang terpaksa dilakukan pada Facebook Page. 

#6 Website punya banyak cerita 

Setiap bisnis memiliki kisah untuk diceritakan. Mungkin itu adalah kisah inspiratif tentang bisnis lokal yang dicintai yang telah menjadi fondasi dari sebuah komunitas selama 30 tahun. Atau mungkin cerita pesan merek yang mendasari (misalnya “just do it”) yang ingin klien kamu berikan di setiap bagian bisnis mereka. Dengan website, kamu memiliki kekuatan untuk menceritakannya melalui konten yang disertai desain yang dikurasi khusus untuk hasil yang maksimal. 

#7 Website menunjukkan pengalaman 

Klien kamu memberikan lebih dari sekadar produk dan layanan kepada pelanggannya; mereka juga menciptakan pengalaman dengan merek mereka. 

Mana yang lebih sesuai dengan kamu: “layanan perbaikan rumah yang cepat, bagus” atau “bisnis keluarga yang dijalankan yang selalu melampaui harapan pelanggannya; di mana karyawan selalu menyapa dengan senyuman dan yakin bahwa tidak ada orang yang akan mengambil jalan pintas dengan layanan mereka?”. Pengalaman pelanggan adalah apa yang mengubah bisnis menjadi merek dan membedakannya dari penyedia layanan serupa. 

Pemilik bisnis mungkin tergoda dengan hanya memarkirkan Facebook Page, tetapi website dapat memberikan konversi yang lebih besar bagi banyak pelanggan potensial. Selain itu, website dapat membantu menampilkan testimoni positif di website dengan tampilan yang dapat diatur dan difitur dalam bentuk teks, foto, atau video yang dapat dilihat langsung pada kunjungan pertama. Dapatkah Facebook Page melakukan ini juga? Ya, tetapi website dapat menjadi representasi yang jauh lebih baik. 

Kesimpulan: 

Tetap bertahan di Facebook, namun tetap kembangkan website 

Ya, bisnis dapat bertahan dengan Facebook Page sebagai halaman web utama. Tetapi kami menjamin akan banyak peluang yang hilang jika tidak memanfaatkan website sendiri. Sebagaimana yang disebutkan di atas, tetap gunakan Facebook Page sebagai opsi, dan jadikan website sebagai pilihan utama.