3 Startup Indonesia yang Berhasil Menduduki Posisi Unicorn

Startup Unicorn adalah perusahaan swasta yang memiliki valuasi lebih dari satu miliar dolar.



Startup Unicorn adalah perusahaan swasta yang memiliki valuasi lebih dari satu miliar dolar.

Pada Agustus 2018 ini, tercatat ada lebih dari 260 perusahaan unicorn di seluruh dunia dan sebagian besar perusahaan yang baru berstatus unicorn ini didominasi oleh perusahaan yang berasal dari Cina dan Amerika. 260 perusahaan yang tercatat ini juga bervariasi nilai valuasinya, termasuk decacorn atau perusahaan dengan nilai valuasi yang bernilai lebih dari 10 miliar dolar, dan hectocorn yang bernilai valusi melebihi 100 miliar dolar.

Dari ratusan perusahaan tersebut, muncul juga nama perusahaan yang berasal dari Indonesia.

Berikut ini adalah 3 startup dari Indonesia yang baru-baru ini mencuri perhatian dunia dengan berhasil menduduki posisi unicorn:

#1 Traveloka
Traveloka pada awal berdirinya adalah perusahaan yang menyediakan layanan pemesanan tiket pesawat dan hotel secara daring dengan fokus perjalanan domestik di Indonesia. Traveloka memiliki basis operasional di Jakarta.

Namun seiring berjalannya waktu, bisnis perusahaan ini terus tumbuh dengan pesat dan kini sudah memperluas jangkauan serta menambah layanan mereka. Tidak hanya tiket pesawat dan hotel, kini pengguna Traveloka juga sudah membayar dan membeli berbagai jenis layanan seperti pulsa, paket data internet, tiket nonton, hingga tagihan bulanan seperti telepon, air, dan BPJS. Kini pembelian tiket pesawat untuk tujuan luar negeri pun sudah tersedia di sana.


Traveloka yang masuk kategori industri Travel Tech itu saat ini sudah memiliki nilai valuasi sebesar 2 miliar dolar. Investor terpilih yang menjadi pendukung Traveloka dalam menjalankan bisnis travel ini adalah Global Founders Capital, East Ventures, dan Expedia Inc..

#2 Go-Jek
Go-Jek adalah salah satu startup asal Indonesia yang sangat fenomenal. Di tengah dominasi Grab dan Uber di bidang transportasi daring, muncul Go-Jek dengan layanan yang serupa, namun dengan mengandalkan kearifan lokal dan menggunakan prinsip bahwa yang mengerti orang Indonesia adalah orang Indonesia itu sendiri, Go-Jek berhasil mendapatkan tempat yang besar di hati masyarakat Indonesia.

Nilai valuasi Go-Jek yang tercatat adalah sebesar 1.8 miliar dolar yang berasal dari beberapa investor; Formation Group, Sequoia Capital India, dan Warburg Pincus.

Kini, Gojek yang pada awalnya hanya memiliki layanan Go-Ride (ojek daring) dan Go-Car (taksi daring) sekarang sudah memiliki layanan lain yang inovatif seperti Go-Food, Go-Mart, Go-Clean, Go-Send, dan layanan lain yang sangat membantu dan sudah memiliki pasarnya sendiri.

Go-Jek sendiri kini sudah melakukan ekspansi bisnis ke luar Indonesia. Asia Tenggara adalah pasar pertama yang dipilih dengan empat Negara awal; Vietnam, Singapura, Thailand, dan Filipina. Ke depannya Go-Jek akan terus mengembangkan bisnis dan bisa jadi dalam 10 tahun sudah menembus pasar Eropa atau mungkin Amerika.

#3 Bukalapak
Bukalapak adalah salah satu startup yang bergerak di bidang e-commerce yang tidak hentinya melakukan inovasi untuk mengembangkan bisnisnya. Mulai dari iklan yang selalu berhasil mengambil perhatian, sampai inovasi untuk situs web di mana mereka sudah mulai memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence dalam mengembangkan aplikasinya untuk kenyamanan dan pengalaman terbaik pelanggan mereka.

Pada November 2017 lalu, Bukalapak akhirnya berhasil menembus kategori sebagai perusahaan unicorn dengan nilai valuasi yang sudah menembus angka 1 miliar dolar. Hasil yang dicapai oleh Bukalapak ini tentu saja adalah hasil kerja mereka yang berhasil meyakinkan 500 Startups, Batavia Incubator, dan Emtek Group untuk menanamkan modal mereka untuk Bukalapak dalam jangka panjang.

Traveloka dan Go-Jek adalah dua startup yang memang bisa dibilang menjadi pilihan dalam hal layanan di bidangnya, namun untuk urusan e-commerce Bukalapak cukup mencuri perhatian sebab pesaingnya belum ada yang mencapai kategori unicorn. Sebut saja Shopee, Lazada, Zalora, Sale Stock, Blibli, Berrybenka, dan masih banyak lainnya. Bukalapak meninggalkan para pesaingnya jauh di belakang dan hal ini menjadikan Bukalapak sebagai “kiblat” startup untuk kategori e-commerce di Indonesia saat ini.