6 Aplikasi Manajemen Proyek yang Wajib Diketahui Pekerja Digital

Pekerjaan tidak lagi harus selalu diselesaikan di kantor, dan datang ke kantor pun bukan lagi sebuah kewajiban bagi karyawan.



Semakin hari pekerjaan akan semakin mengarah ke digital. Pekerjaan tidak lagi harus selalu diselesaikan di kantor, dan datang ke kantor pun bukan lagi sebuah kewajiban bagi karyawan. Yang terpenting adalah pekerjaan selesai tepat waktu dan target tercapai.

Fleksibilitas kerja ini tentu saja disukai karyawan karena mereka tidak perlu buru-buru bangun pagi, mandi, sarapan, lalu bermacet-macetan di jalan menuju kantor. Bagi perusahaan, tidak perlu mengadakan kantor yang besar dan berbiaya mahal sebab mereka tetap bisa mengontrol karyawan mereka dari jarak jauh.

Tapi tentu saja perusahaan membutuhkan alat untuk mengontrol para karyawan yang bekerja di luar kantor agar mereka tetap disiplin mengerjakan kewajibannya, dan tidak seenaknya menggunakan jam kerja. Sejatinya pekerja kantor dan luar kantor jam kerjanya sama saja, bedanya hanya pada “harus ke kantor” dan “kerja di mana saja”. Berikut ini ada 6 aplikasi manajemen proyek yang bisa digunakan perusahaan untuk mengontrol dan mengatur aktivitas serta produktivitas kerja karyawan, dan wajib juga diketahui oleh para pekerja digital.

#1 Asana


Asana adalah aplikasi manajemen proyek yang awalnya didanai oleh Google untuk para pekerja profesional. Lewat Asana, pengguna bisa mengatur rencana proyek ke depan dan dibagikan kepada karyawan yang sudah terdaftar dan sudah diberikan akses, melacak hasil dan proses pekerjaan, memberikan tenggat waktu, melakukan diskusi, dan berbagai pekerjaan lainnya.

Asana sendiri bisa digunakan secara gratis dengan fitur terbatas (namun sudah sangat mencukupi) atau berlangganan untuk menikmati fitur tambahan. Asana adalah salah satu aplikasi manajemen proyek terpopuler di dunia, saat ini tersedia untuk perangkat iOS, Android, dan juga desktop.

#2 G Suite by Google Cloud 

G Suite bisa dibilang adalah layanan kolaborasi versi daring, dan lebih lengkap dengan konsep real-time. Semua layanan Google seperti Google Docs, Google Drive, Google Sheet, dan layanan lainnya dapat diakses melalui G Suite dengan beberapa fitur tambahan untuk memudahkan para pekerja jarak jauh.

Sayangnya, tidak ada versi gratis untuk layanan G Suite ini, kamu harus membayar di awal untuk menikmati layanannya secara penuh.

#3 Microsoft Office 365 

Sama seperti layanan Cloud milik Google, Microsoft 365 juga adalah layanan alat kolaborasi yang lengkap. Jika kamu familier dengan Google Docs dari Google, kamu pun pasti tidak akan asing dengan layanan Microsoft Word, Excel, PowerPoint, dan sebagainya dari Microsoft. Microsoft memang terus memperbarui layanan ini ke ranah daring untuk mempermudah para pekerja digital mengakses pekerjaan dari mana saja dan kapan saja tanpa harus menggunakan perangkat komputer pribadi. Sama seperti G Suite by Google Cloud, Office 365 pun adalah layanan berbayar. Namun untuk pengguna baru, Microsoft memberikan akses gratis selama setahun penuh untuk semua fitur premiumnya.

#4 Slack 



Slack adalah salah satu aplikasi manajemen proek yang penuh warna, tampilan halus, fitur lengkap, menggunakan bot, dan bisa dinikmati gratis untuk perusahaan yang sudah menggunakan email dengan nama domain perusahaan.

Tanda pagar atau hashtag adalah satu hal yang sangat khas menempel pada aplikasi yang satu ini. Beberapa perintah dan pembagian tugas bahkan mewajibkan penggunaan tagar. Saat ini Slack juga menjadi salah satu aplikasi manajemen proyek untuk kolaborasi yang sangat diminati karena kemudahan dan kelengkapannya.

Fakta menyenangkan: Asana dan Slack kini saling terintegrasi. Untuk pengguna Asana yang juga menggunakan Slack bisa membuat pembaruan pekerjaan di Slack lewat Asana.

#5 Trello 

Siapa pekerja digital yang tidak mengenal Trello? Rasanya Trello digunakan oleh hampir seluruh pekerja digital. Penggunaan yang sangat mudah dan sederhana untuk mengatur pekerjaan bersama maupun individu ini sangat membantu. Pengguna dapat mengatur tenggat waktu dengan mudah, melakukan ceklis pada daftar pekerjaan, dan berkomunikasi secara langsung melalui kotak komentar yang disediakan.

Trello adalah aplikasi berbayar, namun untuk fitur standar dan pekerjaan harian yang tidak terlalu banyak, versi gratis pun sudah cukup.

#6 Wrike 


Wrike nampaknya adalah aplikasi manajemen proyek yang lebih menyasar perusahaan teknologi finansial sebab lebih fokus pada penganggaran. Fitur-fiturnya membantu perusahaan untuk membagikan tugas pada karyawan dan memantau prosesnya secara langsung. Selain itu, Wrike memiliki fitur pelaporan yang cukup lengkap dan rapat sehingga setiap detik hasil kerja tetap masuk hitungan.

Dari keenam aplikasi majaemen proyek di atas, pada dasarnya memiliki fitur yang sama meski berbeda dari segi tampilan, dan tentu saja tidak ada yang sempurna. Jika kamu ingin saran dari kami, kami akan menyarankan untuk menggunakan lebih dari satu aplikasi demi kenyamanan dan juga untuk fleksibilitas. Lihat juga dari segi harga dan kelengkapan fitur yang ditawarkan. Kamu boleh memilih untuk misalnya menggunakan Slack versi gratis dan Asana versi berbayar, tinggal sesuaikan dengan kebutuhan dan prioritas kerja. Selamat mula bekerja dan jangan mepet-mepet tenggat waktu!